Pages

Friday, September 28, 2012

STOP DISKRIMINASI BERAT BADAN MENJADI LELUCON

OUGH!!!!! gerah rasanya kalau kekurangan orang atau berat badan misalnya menjadi objek lelucon. Memang kamu gak tahu rasanya jadi lelucon? Aku gak pernah mengalami bullying hingga akhirnya berat badanku sukses menjadi 68. Mereka bilang bokongku begitu besar. Ayolah lelucon itu tidak menarik lagi di tahun 2012. Masa gak ada lelucon yan glebih intelektual lain apa?

Well aku gak bermasalah lelucon itu ditujukan untukku. Hanya saja tidak enaknya menjadi pusat lelucon hanya karena berat badan, kadang sangat menganggu.

Apa kau lupa dengan nama " Inner beauty " Dan betapa banyak ketidak sempurnaan seseorang justru menjadi sangat sempurna. Karena mereka tidak peduli dengan omongan orang lain.

Ayolah !! apa sih kecantikan untuk kamu sebenarnya? Tubuh semampai, sexy, kulit putih dan mulus. Sebenarnya bukankah cantik itu lebih dari itu. Kalau kepribadian kita cantik, pasti kecantikan luar dari siapapun akan kalah. Itu bukan dongeng, karena kecantikan dari dalam itu lebih dari segalanya. Kalau orang mulai sadari itu , aku amat yakin . Operasi plastik atau treatment apalah pasti tidak akan di gunakan. Karena kita sudah merasa cantik. Bukankah asal hidup bersih sehat, dan istirahat cukup, merupakan terapi kecantikan paling murah.

Aku sering tertawa ketika temanku mulai memperbanding-bandingkan aku dengan beberapa teman yang memang masih langsing . Well salah satu yang membuat aku menyesal berbadan besar karena semua bajuku kecil aku jadi sukar memilih baju. Tapi berat badan tidak membuatku minder .

So mulai sekarang stop bullying someone dengan lelucon buruk tentang berat badan atau kekurangan orang. Karena akan berbalik kepadamu. its called Karma

No comments:

Post a Comment