Pages

Sunday, November 11, 2012

Dear Allah

Aku gak tahu kenapa aku ada di sini dan memanggil namamu. Bukankah lebih mudah jika ku lakukan didalam Shalat dan berbincang padamu dalam do'a? Entah sudah berapa lama aku meninggalkan shalat? mengaji? hal yang sebenarnya paling kusukai di dunia ini. 
kTelah lama tersesat, , dan aku ingin kembali . Aku telah auh melangkah. Aku hanya ingin membuktikan bahwa aku tidak lugu. Tapi membuatku semakin tersesat dengan permainan yang ku buat sendiri. Membuat aku lupa akan diriku sendiri.

Mendengar orang mengatakan hal yang bukan diriku sebenarnya. Aku bukan tidak ingin mencintaimu ya Allah. AKu mengenalmu dari pelajaran di sekolah dan kepercayaan dari kedua orang tuaku. Aku mempercayai adanya daya dirimu. AKu terlalu silau akan dunia. Meski aku tahu hidup hanya sebentar. Perjalanan duniawi ini terlalu melampaui. Bolehkah aku menyesal karena aku tidak lagi seperti dulu. Polos, riang, dan selalu yakin Allah ada di hatimu setiap kau membutuhkannya. Aku yang dulu pernah merasakan pahitnya kelam kehidupan. Tapi aku masih bisa tersenyum dengan tegar. Namun semakin aku dewasa, aku merasa aku makin cengeng

Allah,, 
Takut padamu dan Mencintaimu adalah dua hal yang berbeda. Dan aku hanya ingin mencintaimu lebih dari apapun. Lebih dari cinta pertamaku. Lebih dari Ibuku. Lebih dari mimpi dan pekerjaanku.

Ya Allah, aku selalu berdo'a dalam hati untuk memberikan sedikit waktu untuk kembali. Namun aku tidak pernah menggunakan kesempatan itu dengan baik. Bagaimana jika Allah bosan dengan semua janji yang tidak terpenuhi dan akhirnya membenciku? Ya Allah , jangan membenciku. Di benci oleh manusia saja sudah perih, apalagi di benci oleh mu? 

Apa aku masih bisa berjalan kembali padamu?


hammal

No comments:

Post a Comment